Kamis, 04 Februari 2016

Seputar deodoran

Deodoran & antipespirant memang lah tidak jarang dijadikan solusi utk mengatasi masalah yg terkait dgn bau tubuh. Kata Untuk Sahabat Sejati terutama bagi anda yg merasa mempunyai keringat berlebih walau tidak tidak sedikit bergerak.

Namun suatu penelitian yg diterbitkan dalam journal PeerJ memberikan kita pandangan yg lebih terang terkait dgn pengaruh pemakaian deodoran & antipespirant terhadap mikrobiome kulit di ketiak dari kala ke disaat.

Seperti yg dilansir lewat medicaldaily, para peneliti menuturkan bahwa seperti halnya usus & mulut, kulit manusia serta ditinggali oleh mikrobiome. Mereka pula memaparkan bahwa komposisi yg pas dari bioma kulit memengaruhi efektivitasnya yang merupakan lapisan pertahanan utk melawan patogen. Factor ini jugalah yg berkontribusi kepada bau tubuh.

Dalam studi tersebut, para peneliti melibatkan kira kira 17 orang buat diambil contoh ketiaknya. Banyaknya lima orang tak memakai deodoran ataupun antipespirant, lima orang memanfaatkan deodoran dengan cara rutin,sedangkan sisanya memanfaatkan antipespirant dengan cara rutin. Para peneliti mengawasi mereka sewaktu delapan hri.

Kepada hri perdana mereka jalankan kegiatan normal mereka. Tetapi kepada hri ke-2 sampai keenam mereka diminta utk tak memakai product apapun. Pda dua hri terakhir mereka diminta buat memanfaatkan product lain yg mengandung alumunium zirkonium tetrachlorohydrex gly.

Akhirnya, kepada awalnya para peneliti menemukan resiko negatif yg ditimbulkan oleh antipespirant kepada jumlah mikroba di ketiak. Namun sesudah satu hri tidak memanfaatkan product, konsumen antipespirant mempunyai koloni bakteri yg lebih sedikit di bandingkan dgn costumer deororan ataupun yg tak memakai prosuk apapun.

Jumlah koloni bakteri makin meningkat terhadap hri ke-2 sampai kelima ketika para peserta diminta utk tak memanfaatkan product apapun. Tapi, waktu para peserta diminta buat memanfaatkan antipespirant kepada dua hri terakhir, jumlah bakteri justru menurun.

Lebih Kurang 62 prosen peserta yg tidak memanfaatkan product apapun mempunyai bakteri Corynebacteria & se gede 21 % mempunyai bakteri Staphylococcaceae, & 10 prosen bermacam macam type bakteri dengan cara acak.

Corynebacteria merupakan tipe bakteri yg menyebabkan bau tubuh. Hasil yg berlainan ditemukan kepada beberapa orang yg memanfaatkan antipespirant dengan cara rutin sejak awal. Mereka mempunyai 60 % Staphylococcaceae, 14 prosen Corynebacteria, & 20 % bakteri yang lain.

Kesimpulannya, Kata Mutiara Cinta pemakaian antipespirant ataupun deodoran memang lah menata kembali ekosistem mikroba di kulit anda. Dengan Cara kusus, penelitian ini menunjukkan bahwa antipespirant dengan cara mencolok mengubah bakteri yg hidup di ketiak, & menciptakan pemakainya tajir bakal mikroba. Tapi Sayang, penelitian ini belum mengetahui apakah spesies mikrobiome ini mempunyai resiko mengganggu atau tak terhadap kesehatan kulit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar